Istiqomah
Kenapa pohon jati, sengon, asem atau kayu keras lainnya bisa mempunyai "galih?" (galih adalah bagian kayu yang sangat keras dan umumnya tidak akan kena bubuk atau lapuk)
Jawabnya adalah karena kayu itu konsekwen tumbuh dalam waktu yang lama, dia tak pernah berpikir untuk berubah menjadi jenis kayu lainnya. ......semakin tua pohon maka galih akan makin tebal dan keras sekali pokok kayunya.
begitu pula dalam hal orang berusaha, hendaknya apapun usahanaya ditekuni sampai berhasil, dengan menekuni satu bidang pekerjaan, maka dalam waktu tertentu dia akan faham akan karakter pekerjaannya itu, mana sisi lebih dan mana sisii kurangnya. mana yg sudah bagus dan mana yang perlu perbaikan.mana yang mesti dirubah dan mana yang dipertahankan. jika sudah dilaksanakan begitu ....insya Allah kans untuk menjadi berhasil lebih bagus dibanding selalu berpetualang dari satu profesi ke profesi lainnya. Jika selalu berganti2 pekerjaan maka bisa dikatakan mencoba-coba, belum lagi sebuah kerjaan dikuasai sampai tuntas...eh...keburu beralih megang kerjaan lainnya.
Ibarat orang naik tangga untuk mencapai puncak gedung tinggi, baru beberapa tingkat ia melihat tangga lain yang lebih bagus, akhirnya dia turun lagi dan naik dari tangga lain, sudah naik baru separo eh...liat ada lagi tangga yg dalam pandangannya lebih bagus,,,begitu seterusnya,,,,akhirnya dia tak akan pernah mencapai puncak yang tinggi karena selalu mencoba dari tangga satu ke yang lainnya.
Dalam fan keilmuan pun demikian halnya, dalami satu fan keilmuan dengan tuntas...istilah sekarang dari umum ke spesialis. nanti dari spesialis bisa saja ke umum lagi dalam arti kemampuannya yang spesialis itu menjadi generalis (mempunyai lebih dari satu keahlian) tapi yg lbh dari satu itu dikuasai "sempurna" atau matang.
Dengan demikian diharapkan semua (apapun) yang ditekuni akan menghasilkan buah....buah keberhasilan.
Bukankah dokter (terlepas dari lama atau tidaknya) juga butuh waktu untuk "laris" dan tinggi penghasilannya?
demikianlah dan sepertinya juga berlaku untuk profesi lainnya. Wallahu a’lam