Hutang Piutang

Hutang Piutang
Seorang laki-laki datang ke rumah seorang ustadz, melihat pakaian dan kendaraan yang dipakainya nampak bahwa dia bukan dari golongan dhu’afa melainkan dari golongan salah satu asmaa ul khomsah.....dzuu maalin. Saya yang kebetulan sedang silaturrahim dengan teman anak ustadz tersebut ikut nguping pembicaraan mereka....yaaaaah...nguping  pembicaraan orang memang tidak baik, tapi masa si seorang ustadz akan membicarakan yang kurang baik....nekad aja lah, siapa tau ada yang bermanfaat bagiku.
Intinya setelah basa basi sekedarnya terjadilah dialog begini.......
“ustadz kedatangan saya ke sini yang pertama silaturrami dan kedua saya sedang ada masalah yakni soal utang piutang,” kata orang bertampang aghniya itu.
“coba uraikan yang jelas dari awal,” jawab sang ustadz singkat.
“sekitar setahun yll ada seorang teman yang meminjam uang padaku dengan janji akan dikembalikan kalau sudah 2 bulan, sementara saat ini sudah setahun tak ada pengembalian apapun, bahkan berita pun tidak ada, mohon beri saya saran supaya uang itu kembali ke pada saya....” demikian orang itu bercerita
“sodara membutuhkan uang itu atau tidak?” tanya sang ustadz
“ya jelas ustadz, siapa si yang tidak butuh uang?”jawabnya
“maksud saya,kebutuhan sodara itu mendesak apa tidak? Artinya kalau uang itu belum dikembalikan sodara mengalami susah dalam memberi nafkah keluarga apa tidak ? “ lanjut sang ustadz
Orang itu nampak termenung sejenak lalu menjawab,” Ya tidak si, kondisi keuanganku stabil, hanya ingin supaya uang itu kembali”.
“Inginkah sodara mendapat pahala banyak?” tanya sang ustadz lagi
“Ya ingin, siapa si yang tidak ingin pahala, nyatanya amal saya masih sedikit,”
“Begini sodara, sebenarnya piutang  ke orang tersebut bisa menjadi ladang pahala buat sodara, jika ada seseorang yang punya piutang yang berjanjia akan mengembalikan dalam jangka 2 bulan lalu pada saat sudah 2 bulan kok belum bisa mengembalikan, dan sodara ikhlas dengan keadaan tersebut maka sama lah artinya saudara telah menghutangkan untuk orang tersebut untuk kedua kalinya, nah jika sekarang sudah setahun berarti sodara telah mendapatkan pahala 6 kali lipat karena memberi kelonggaran kepada orang tersebut,” demikian penjelasan sang ustadz
Orang itu terdiam, ketika kuintip dari celah korden ruang tengah tampak termangu-mangu,” Apa begitu ustadz?” lanjutnya
“Iya , dan saya yakin sodara akan mendapatkan kemudahan dari Allah dalam setiap permasalahan yang sodara hadapi karena efek dari keikhlasan sodara itu, Inginkah saudara mendapat pahala lebih besar lagi?” tanya ustadz lagi
“tentu saja kepengin tadz, gimana caranya?” orang itu bertanya lagi
“Ikhlaskan saja” ustadz menjawab cepat
Orang itu nampak terkejut, “Masa diikhlaskan tadz?”
“Iya, itu yang terbaik...atau setidaknya sodara anggap saja memberi kelonggaran tiap kali jatuh tempo, pahala anda akan berlipat, doakan juga temen sodara itu agar diberi kemudahan untuk mengembalikan hutangnya, jangan malah didoain yang buruk-buruk” demikian sang ustadz panjang lebar menerangkan.
Kemudian sang ustadz memberikan beberapa doa yang mesti dibaca  dan hatinya supaya ikhlas menerima apapun ketentuan Tuhan yang dibebankan kepadanya.
Kututup cerita ini sampai disini, JADI INGAT SAMA SESEORANG........